Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali menentang rencana empat investor penimbunan Teluk Benoa, Kabupaten Badung, guna mendirikan kawasan pariwisata sistematis.
"Bali kan tersohor dengan objek wisata budaya, semestinya budaya itulah yang dikembangkan kualitasnya. Jika wisata yang sifatnya imitasi, tentu kami tidak setuju," ungkap Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati selaku Ketua DPD PHRI Bali, di Denpasar.
Sukawati menilai, pada saat turis yang berkunjung tidak menyaksikan budaya, maka masyarakat Bali hanya akan menjadi spektator dari pembangunan pariwisata.
"Budaya merupakan daya tarik di daerah Bali, mengapa tidak pernah sadar jika budaya kita ini sehingga mampu meningkatkan penghasilan. Kapan masyarakat akan menjadi subyek dalam pembangunan pariwisata, manakala mereka tidak faham dengan peraturan pariwisata?" ungkapnya.
